Revolusi Industri yang Memengaruhi Iklim

Pernahkah terpikirkan apabila di dunia ini tidak mengalami revolusi industri? Bayangkan saja apabila tidak ada listrik, pabrik, atau bahkan transportasi yang semua itu dapat membantu manusia untuk menjalani kehidupan dengan mudah dan cepat. Dengan inovasi yang terus dikembangkan hingga saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa revolusi industri memang berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia yang semakin hari tuntutan hidupnya semakin banyak. Lantas, dengan adanya revolusi industri ini, apakah akan selalu berdampak positif bagi kehidupan kita?

Segala hal yang dikembangkan, pastilah ada sesuatu yang harus dikorbankan, termasuk di dalam revolusi industri itu sendiri. Dibalik manfaatnya yang luar biasa untuk umat manusia, nyatanya kita tidak bisa berbohong bahwa kita telah mengorbankan sesuatu yang jauh lebih besar dan jauh lebih berpengaruh. Apakah itu? Yakni lingkungan. Dengan dikembangkannya teknologi modern untuk membantu suatu pekerjaan, mau tidak mau lingkungan-lah yang terkena imbasnya. Contohnya saja dengan maraknya kendaraan bermesin. Selain membawa dampak positif yakni dapat membawa kita ke tempat tujuan dengan cepat, namun asap kendaraan yang dihasilkan mampu mencemari udara sekitar dan berdampak buruk bagi lingkungan. Bayangkan saja apabila satu dunia ini sama-sama menggunakan kendaraan dalam jangka waktu yang sangat lama, tentu saja hal ini mempengaruhi iklim yang ada di bumi ini. Apabila iklim terus mengalami perubahan, maka bisa dipastikan bencana alam kerap terjadi seperti adanya banjir dan juga badai. 

James Watt, sosok yang memperbagus kinerja mesin uap. 

Revolusi industri sendiri dimulai dengan diciptakannya mesin uap pada akhir abad ke-18 oleh James Watt dimana pada masa itu ia memperkenalkan inovasi tersebut untuk menggerakkan mesin yang berat. Mesin uap yang Watt buat diciptakan untuk menimba air dari tambang. Meskipun begitu, mesin uap pertama diciptakan oleh Thomas Savery pada tahun 1698. Seiring berjalannya waktu, mesin uap semakin dikembangkan untuk sektor industri lain, seperti ; transportasi, manufaktur, pertambangan, dan lain-lain. Alhasil, tenaga manusia jadi tidak seberat sebelumnya dan dipermudah oleh tenaga mesin hingga saat ini. Dengan adanya inovasi mesin yang terus mengalami perkembangan, maka diharapkan dapat menciptakan hasil yang jauh lebih banyak dengan tenaga manusia yang lebih minim. Namun kembali lagi, industri yang muncul secara besar-besaran dapat mencemari lingkungan yang berpotensi mengalami perubahan iklim secara tidak menentu.

Dilihat dari segi manfaatnya, revolusi industri membawa kemajuan yang semakin modern dengan adanya tenaga mesin dalam membantu pekerjaan manusia. Membuat pakaian sudah tidak serepot zaman dahulu yang hanya menggunakan tangan untuk menjahit tanpa ada bantuan mesin. Mengebor minyak bumi juga dengan mudah menggunakan alat yang disebut "Rig pengeboran" tanpa harus bersusah payah menggunakan tenaga manual. Semua jenis revolusi industri ini terdapat manfaatnya tersendiri di bidang ekonomi, sosial, dan budaya bagi manusia, meskipun revolusi industri juga memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan iklim seperti yang sudah disebut diatas. 

Apabila dunia tidak mengalami kemajuan revolusi industri hingga saat ini, apakah keadaan bumi baik-baik saja tanpa mengalami perubahan iklim yang drastis? Jawabannya adalah tentu saja. Meskipun begitu, peradaban manusia sulit untuk maju karena mau tidak mau harus ketergantungan dengan keadaan sekitar menggunakan tenaga manual dan itu akan menyulitkan manusia dari hari ke hari apabila manusia seterusnya akan menjalani hidup tanpa memutar otak untuk mencari solusi kemajuan dalam menjalani kehidupan. Maka, bisa dilihat dari kedua hal ini tentang nilai plus dan minus-nya. Jika ada revolusi industri, dampak positifnya adalah semua kebutuhan manusia terpenuhi dengan cepat dan mudah. Sedangkan dampak negatifnya adalah perubahan iklim yang membuat kehidupan di bumi semakin parah. Jika tidak ada revolusi industri, dampak positifnya adalah suhu bumi dapat dikatakan normal sedangkan dampak negatifnya adalah manusia sulit untuk menemukan kemajuan, entah itu di bidang transportasi, manufaktur, pertambangan, dan lain sebagainya. Jadi, keduanya memiliki sisi positif dan negatif yang tidak dapat dipisahkan. 

Revolusi industri sudah sangat jelas mempengaruhi iklim yang ada di bumi ini. Apabila kita tidak memiliki kesadaran akan hal ini, maka ditakutkan suhu bumi akan terus meningkat dan mengakibatkan banyaknya bencana alam karena pemanasan global. Oleh karena itu, pentingnya menjaga bumi untuk tetap selalu menjaga kebersihan, memisahkan sampah dan melakukan daur ulang, serta mengurangi aktivitas yang sekiranya dapat meningkatkan efek gas rumah kaca seperti membakar sampah, melakukan penebangan pohon, terlalu sering menggunakan kendaraan bermotor, dan menggunakan tenaga listrik yang terlalu boros. Kegiatan ramah lingkungan yang kini didesak oleh pemerintah dan juga para aktivis lingkungan diharapkan dapat membuat kita ikut tergerak dalam menjaga kelestarian alam dan mengurangi pemanasan global yang terus meningkat hingga saat ini. Untungnya, pembuatan kendaraan listrik yang ramah lingkungan gencar dikerjakan sehingga diharapkan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak dapat berkurang seiring berjalannya waktu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selalu Melihat Dua Sisi di Setiap Permasalahan

Menghadapi Perasaan Benci dengan Bersikap Realistis dan Berpikiran Terbuka