Kejujuran yang Mulai Dilupakan

Jika mendengar kata 'jujur', apa yang terbesit di pikiran teman-teman? Pasti sifat seseorang yang merujuk pada perlakuan benar, tidak berkata bohong, dan mengerjakan sesuatu secara lurus hati tanpa adanya kecurangan. Ya, jujur adalah sifat mulia yang harus kita tanamkan di dalam hati kita. Kejujuran yang kita tunjukkan pada orang lain akan membuat kita menjadi orang yang mudah dipercaya karena kita tidak semena-mena dalam melakukan suatu perbuatan. Tentu kejujuran ini sangat penting, namun tidak semua orang memiliki sifat jujur sehingga mudah memperdaya orang lain. Apakah hal tersebut dapat kita terima? Tentunya tidak. Meskipun kejujuran mungkin merupakan hal yang kecil, namun dampak dari kejujuran ini sangatlah besar bagi kita terutama dalam menjalani hidup bermasyarakat. Tapi sayang, perlahan kejujuran mulai dilupakan oleh banyak orang karena menganggap kejujuran adalah hal sepele. Mengapa bisa demikian?

Hanya ada satu kalimat yang mampu menjawab pertanyaan itu, yakni 'untuk mencari keuntungan diri sendiri'. Sekarang kita tahu betul bahwa orang yang memilih untuk tidak jujur cenderung bermain aman untuk melakukan segalanya agar keinginan mereka terpenuhi. Contoh kecilnya saja yaitu menyontek. Mungkin bagi kita menyontek adalah hal yang biasa, terutama di dunia sekolahan. Namun tahukah, teman-teman? Kebiasaan buruk tersebut yang mungkin sepele ternyata berpengaruh besar di masa depan. Jika kita terbiasa tidak jujur sejak dini, maka seterusnya kita menganggap kejujuran adalah hal murah yang tidak usah dilakukan. Akibatnya, hal yang serius dapat disalahgunakan hanya karena kita membuang sifat jujur. Bayangkan jika kita sudah bekerja dan tidak bersikap jujur dalam pekerjaan kita, yang ada pekerjaan kita menjadi tidak benar karena tidak mengutamakan kejujuran. Contohnya saja sikap tidak jujur dalam bekerja, yakni seorang pejabat yang ditugasi untuk menjaga keuangan negara. Yang harusnya ia amanah dalam menjalankan tugasnya, justru dengan mudahnya ia mengambil uang negara tanpa merasa bersalah sedikitpun. Hal serupa juga terjadi pada orang yang bekerja di media massa, seperti jurnalis maupun wartawan. Media massa jaman sekarang kerap melaporkan berita palsu yang terkesan memutarbalikkan fakta, agar masyarakat percaya terhadap berita bohong yang mereka laporkan. Faktanya, tidak semua yang diberitakan media adalah benar. Dan lagi-lagi, kita sebagai masyarakat harus pandai menyaring berita dan mencari tahu sumber yang jelas agar tidak termakan hoaks. Orang-orang seperti itu harus bisa bertanggung jawab karena pekerjaan mereka melibatkan kepercayaan masyarakat, ya setidaknya apabila mereka menyadari perbuatan biadab mereka tersebut. Jadi, inilah mengapa kejujuran sangatlah penting, bahkan diatas segalanya. Karena jika kita mendahulukan kejujuran di setiap perkataan maupun perbuatan kita, maka kita tidak akan menipu banyak orang dengan mudahnya hanya untuk mencari keuntungan semata. Kita cenderung lebih hati-hati terhadap apa yang kita kerjakan, baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan pekerjaan. 

Saran dari penulis, sebelum kita menjalani kehidupan bermasyarakat, alangkah baiknya kita benahi dahulu akhlak kita. Kita harus memulai sesuatu dari hal yang kecil, seperti kejujuran. Setelah itu, kita dapat mempelajari akhlak baik yang lain seperti keramahan, kerendahan hati, kedermawanan, dan lain sebagainya. Apabila kita terbiasa menerapkan akhlak baik tersebut, Insya Allah kita akan menjadi pribadi yang lebih disukai oleh banyak orang sehingga kehidupan bermasyarakat akan menjadi tentram, damai, aman, dan bahagia. Terapkanlah akhlak baik di manapun kita berada, termasuk di dunia pekerjaan sekalipun, karena dengan menerapkan perilaku baik maka akan menjadi contoh yang baik pula bagi orang-orang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revolusi Industri yang Memengaruhi Iklim

Selalu Melihat Dua Sisi di Setiap Permasalahan

Menghadapi Perasaan Benci dengan Bersikap Realistis dan Berpikiran Terbuka