Permasalahan Pendidikan yang Ada di Indonesia

Berikut permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia beserta solusi yang dapat dilakukan dalam menangani berbagai masalah tersebut :
1. Jam belajar yang terlalu lama. Solusinya : Mengurangi jam belajar guna membuang rasa stres, jenuh, dan lelah terhadap siswa.
2. Tugas sekolah yang menumpuk dan tidak sebanding dengan jam belajar di sekolah (siswa kerap merasa lelah). Solusinya : Tidak usah memberikan tugas sekolah. Sekalipun harus, berikanlah tugas yang tidak berat dan bermanfaat bagi siswa.
3. Tuntutan guru terhadap siswa yang mewajibkan untuk menghafal semua materi pelajaran. Solusinya : Guru harus lebih memberi pemahaman yang jelas terhadap materi yang dijelaskan. Bagaimanapun juga, guru tidak berhak menuntut siswa untuk harus selalu menghafal seluruh materi, terlebih lagi materi yang mungkin siswa tersebut kurang sukai. Agar materi lebih mudah diingat siswa, maka cobalah memberi penggambaran yang mudah dimengerti dan tidak melulu berpatokan dengan buku. Melatih imajinasi siswa dengan membina mereka untuk menjelaskan materi pelajaran dengan pemikiran masing-masing dan memberi kesempatan mereka untuk menguraikan opini akan jauh lebih baik. 
4. Senioritas yang berkedok pengenalan siswa baru. Solusinya : Setiap sekolah maupun universitas sekalipun, HARUS menghapus sistem senioritas yang kerap terjadi di masa orientasi pengenalan sekolah dan menggantinya dengan memperkenalkan kegiatan sekolah dan menunjukkan ruangan atau fasilitas yang dimiliki sekolah. Hal ini diharapkan dapat membawa dampak baik dan meningkatkan rasa semangat terhadap siswa untuk menjalani pembelajaran di kemudian hari. 
5. Perlakuan guru yang kurang menyenangkan atau bahkan tidak mengayomi siswanya. Solusinya : Guru harus mendalami setiap karakter dari semua siswa yang berbeda, termasuk perasaan mereka. Buatlah siswa merasa aman dan nyaman dengan memperlakukannya secara manusiawi dan tidak semena-mena. Bagaimanapun juga, siswa juga manusia dan seorang guru tidak boleh memperlakukan siswa seperti bawahan.
6. Kurangnya bimbingan guru terhadap siswa, terutama jika siswanya melakukan kesalahan (guru cenderung marah-marah dan menyalahkan siswa tanpa mencari jalan keluar). Solusinya : Memberi nasihat kepada siswa apabila ia berbuat salah dengan tutur kata yang baik tanpa harus membentaknya ataupun menyalahkannya. Ketimbang lelah karena marah-marah, alangkah baiknya seorang guru segera membantu siswa mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang sedang dialami.
Kedepannya, diperlukan sosialiasi dan rundingan terhadap calon guru sebelum resmi mengajar, seperti bagaimana caranya memperlakukan siswa dengan semestinya, dan diperlukan akhlak yang baik dari sang guru beserta ilmu yang kompeten. Hal ini dapat dilakukan agar seorang guru tidak sembarangan mengajari siswa tanpa memperhatikan batin dan kondisi mental dari siswa itu sendiri. Bersikap koordinatif dan komunikatif sangatlah diperlukan. Akan lebih baik jika Indonesia menerapkan pelatihan untuk calon guru agar tidak sembarangan dalam mengajar, terlebih lagi yang diajari adalah calon penerus bangsa yang akan berperan besar di negeri ini.  

"Buatlah anak-anak betah di lingkungan sekolah apabila mereka tidak merasa betah di lingkungan rumah." 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revolusi Industri yang Memengaruhi Iklim

Selalu Melihat Dua Sisi di Setiap Permasalahan

Menghadapi Perasaan Benci dengan Bersikap Realistis dan Berpikiran Terbuka